Apakah kalian pernah mengalami hal seperti ini? Atau yang kejadiannya kurang lebih serupa? Atau bagaimana kah perasaan kalian jika melihat peristiwa semacam ini?
Tukang spoiler adalah mereka yang dengan atau tanpa sengaja, suka membeberkan cerita sebuat film, buku, serial dan semacamnya kepada orang-orang yang belum mengetahuinya. Sehingga menyebabkan nilai penasaran dan harapan pada sebuah karya menjadi berkurang. Kelihatannya mungkin memang sepele, ada yang menanggapinya dengan santai. Tapi nggak sedikit di antara kita yang bete banget kalau sampai dapat spoiler .
Rasanya tuh… uuughh… yah, rasanya mungkin kurang lebih bakal kaya yang Hipwee jabarin di bawah ini. Kamu juga salah satu bagian dari umat yang kesel sama spoiler nggak? Yuk kita cek bersama.
“Awas ya kamuuu” kamu kesel banget karena duitmu jadi sia-sia
Salah satu yang kita bayar dari karya-karya semacam itu ‘kan kepuasan dari memenuhi rasa penasaran. Pengalaman pribadi juga, saat mengetahui hal-hal baru dari sudut pandang orang pertama. Nah kalau dikasih spoiler seenaknya begitu, apa nggak sia-sia duit kita?!
SIA-SIA AKU NUNGGU SETAHUN! RUSAK DALAM SEMENIT!
Ada lagi yang lebih mahal nilainya dari uang: waktu. Banyak karya-karya populer yang proses pembuatannya bakal bikin kamu harus setia menunggu. Akhirnya kamu harus menyabarkan diri melewati waktu hingga saatnya karya itu bisa kamu nikmati sendiri. Perih nggak sih, kalau karena spoiler setitik, rusak penantian sebelanga?
Meskipun tidak sesuai harapanmu alangkah lebih baik jika kamu tahu sendiri kan via www.crazytownblog.com
Nggak kok, mereka akhirnya ga nikah kaya harapanmu.
atau
Kamu belum tahu ya? Akhirnya dia mati, gak kaya ekspektasimu!
Kalaupun akhirnya ceritanya tidak sesuai harapan kamu, bakal lebih baik jika kamu sendiri yang tahu kan? Alih-alih dibeberkan oleh orang lain seperti itu. Tetap bakal ada pengalaman dan emosi yang terbangun saat kamu mencari tahu sendiri. Berbeda dengan denger dari spoiler yang cuma bikin kamu nyesek doank.
La la la la nggak mau dengeeer! via www.tumblr.com
Sudah berisik, menghancurkan konsentrasi, bikin filmnya jadi basi pula! Kamu nggak bayar puluhan bahkan ratusan ribu untuk denger omongan orang lain!
GHRAAAA! via hipwee.com
Jangan banting gadgetmu. Eh, tapi jangan banting temenmu juga sih, meskipun kamu kesel dunia akhirat sama dia.
Gue udah bertanya pada orang yang salah.. via www.bobcesca.com
Terkadang kamu cuma butuh informasi mendasar dari sebuah karya. Kaya siapa penulis atau sutradaranya, siapa pemerannya, atau kurang lebih bagus nggak untuk ditonton di layar emas. Eh, ternyata kamu dikasih jauh lebih banyak dari yang kamu minta. Too much information , woy!
Gak sengaja kebaca trus jadi bete tingkat dewa
Update status Now watching itu wajar. Semua suka meng-update hal tersebut, termasuk kamu. Tetapi…
Now watching
yang diikuti
bagus banget, akhirnya si Janda Hitam berpaling ke pelukan Kesatria Bergitar. Habis itu adegan waktu Manusia Kalong minum terus mati karena ternyata diracun juga realistis banget blablablabla.
itu bikin kamu pengen bikin menjerit sengsara.
Katanya review tapi isinya ikhtisar cerita… yah, salah fokus. via www.qbn.com
Review sama spoiler memang semakin pudar batasannya di tangan para tukang spoiler. Beberapa dari mereka ini biasanya nggak sengaja dan gak bermaksud untuk memberikan spoiler. Mungkin hanya harus belajar cara membuat review yang lebih baik aja. Yang pasti jangan terlalu mendetail, jangan terlalu mendalam soal cerita dan fokuslah sama hal-hal yang membangun film tersebut (seperti teknik pengambilan gambar, alur penceritaan, musik dan semacamnya).
Gemes, emosi, semua berkecamuk di dalam hati via fashions-cloud.com
Ada saja orang seperti ini. Sudah diminta baik-baik pun responnya tetap menyakitkan hati. Padahal, kalau nulisnya di sosial media, bagaimana nggak kebaca? Kadang meski kamu benar-benar bertekad nggak mau lihat pun bakal kecolongan. Karena paparan sosial media memang sangat terbuka sekali sifatnya. Kamu cuma bisa berdoa semoga mereka bakal insaf di kemudian hari dan gak nyebar spoiler di sosial media lagi.
Bla bla bla bla, kamu harus putar otak biar nggak diganggu
Temen: Dan, kamu baru mau nonton film Balapan Sambil Marah kan? Aku udah nih, jadi ya… Kamu: AAAA jangan-jangan cerita! Aku nggak mau spoiler! Temen: … mobilnya Barney dan Edward itu…” Kamu: tutup kuping dengan percuma, Pleaaase jangaaan… Temen: TABRAKAN! HAHAHAHA!
Temen: Dan, kamu baru mau nonton film Balapan Sambil Marah kan? Aku udah nih, jadi ya…
Kamu: AAAA jangan-jangan cerita! Aku nggak mau spoiler!
Temen: … mobilnya Barney dan Edward itu…”
Kamu: tutup kuping dengan percuma, Pleaaase jangaaan…
Temen: TABRAKAN! HAHAHAHA!
Semoga kamu nggak punya teman seperti ini. Tapi dunia ini kejam, pasti ada saja beberapa dari kamu yang pernah ngalamin dikerjain begini. Sudah kamu larang, sudah kamu mohon-mohon, tetep aja dia nyerocos dengan wajah puas melihat penderitaanmu.
Good Guy You! via hipwee.com
Prinsip dan keteguhan hati kamu patut dipuji. Meskipun terlihat sepele, tapi bagi beberapa orang spoiler bisa benar-benar bikin nggak enak hati. Kamu nggak mau donk, jadi orang yang merenggut kesenangan orang lain.
Demi kenyamanan semua pihak, memang sebaiknya kita semua pikir-pikir dulu sebelum memberikan spoiler di wadah-wadah umum seperti sosial media. Karena meskipun ada yang suka, tidak sedikit juga yang merasa terusik dengan spoiler berlebihan. Ada banyak wadah lain untuk menuangkan keinginan memberikan rincian cerita, seperti di blog pribadi yang hanya diakses bagi mereka yang memang mencari spoiler.